Minggu, 28 Oktober 2012

Terapkan "Kita Vs Korupsi" !!

  Hai teman-teman, kembali lagi bersama Stanley Wijaya dalam website kesayangannya yaitu www.faktakita.com yang akan selalu menemani kalian di waktu dan kesempatan yang ada. Bagaimana hari minggu kalian? Pasti menyenangkan ya? Nah, dalam postingan kali ini saya akan sharing tentang film "Kita Vs Korupsi" yang beberapa waktu lalu saya tonton. Mau tau nih? Check this out yaa..

  Kita Vs Korupsi adalah sebuah film yang dirilis pada bulan Januari 2012. Film ini sangat sesuai pada keadaan Indonesia, terutama di tengah maraknya budaya korupsi yang terjadi. Dalam film yang berdurasi 1 jam 10 menit ini sangat memaksimalkan kampanye preventifnya dalam pencegahan korupsi pada generasi muda.

Berikut adalah film Kita Vs Korupsi yang  di upload oleh
Club Indonesia Bersih di Youtube :


  Film ini terbagi menjadi beberapa part atau scene yang menceritakan berbagai macam bentuk korupsi dan perjuangan rakyat dalam memerangi korupsi tersebut. Memang, korupsi terlihat sangat menggiurkan. Namun dengan berkorupsi, apakah masa depan bangsa kita akan terjamin? Pastinya, TIDAK.

  Scene pertama yang berjudul "Rumah Perkara" menceritakan tentang seorang kader yang memberikan janji-janjinya saat berkampanye. Tiba pada suatu saat dimana ia mendapatkan opsi untuk mengembangkan daerahnya, namun proyek tersebut terhalang oleh rumah seorang janda. Ia harus merusak janji-janjinya itu untuk tetap melanjutkan proyeknya tersebut. Akhirnya kita menyadari bahwa tindakan korupsi ini sangat menyiksa orang lain dan akhirnya timbul suatu korupsi kepercayaan.

  Berlanjut ke scene kedua yang berjudul "Aku Padamu". Bagian ini menceritakan tentang perkawinan tanpa restu dari orang tua yang akhir-akhir ini sangat sering dijumpai di Indonesia. Banyaknya calo membuat praktek perkawinan ini semakin marak. Terlihat pula sosok Pak Markun yang menhindari tindakan korupsi saat mendaftar SK. Namun, beliau tak patah semangat untuk dekat dengan murid-muridnya, sampai ia rela untuk menjadi badut. Dalam kondisi tersebut, memberi gagasan bahwa kita adalah cerminan rumah kita kelak, serta "if tou wanna do right thing, lets do it right way". Yang pada akhirnya pasangan itu tidak memilih menggunakan calo untuk mengambil surat nikah mereka.


  Yang juga tak kalah menarik yaitu pada scene ketiga yang berjudul "Selamat Siang Risa". Dalam bagian ini, terlihat suatu keluarga yang dihadapkan pada kondisi ekonomi menengah kebawah. Banyak cobaan yang harus mereka hadapi, mulai dari sakit yang diderita oleh anak Pak Woko sampai adegan dimana koh Abeng memberikan suap kepada Pak Woko agar mau menyewakan gudangnya. Dengan pendirian yang kuat walaupun ditempa krisis ekonomi, Pak Woko tetap berpendirian teguh untuk tidak menyewakan gudangnya yang akan digunakan untuk penimbunan beras. Tugas beliau sebagai kepala keluarga ini sangat dipertaruhkan. Maka dari itu, tindakan ini patut mendapatkan apresiasi besar karena sosok Pak Woko dalam kehidupan jaman sekarang sangat sulit untuk dijumpai.

  Scene keempat yang berjudul "Psssttt ... Jangan Bilang Siapa-Siapa" adalah scene yang mengambil topik generasi muda jaman sekarang. Banyaknya praktek kebohongan berupa manipulasi keuangan sangat sering terjadi. Terlihat pula penjualan buku yang dilakukan oknum-oknum membuat harga buku tersebut memiliki selisih yang cukup banyak dibandingkan harga buku di koperasi atau di luar sekolah. Kita juga diperkenalkan dengan tokoh yang bernama Gita. Ia mempunyai kemauan untuk membeli sebuah kamera ataupun handycam tetapi tidak mendapat persetujuan orang tuanya. Dan dengan usahanya, ia mampu membeli barang tersebut dari usaha menabungnya dalam waktu 1 tahun. Begitu hebat sosok Gita dalam film ini..


  Dari film ini, pastinya kita sadar bahwa praktek korupsi sangat merugikan masa depan bangsa. Kita juga tersadarkan dengan kejadian beserta dampak yang terjadi akibat praktek korupsi tersebut dapat merusak moral dan menimbulkan banyak penderitaan di kalangan masyarakat.

  Beberapa tindakan anti korupsi bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti membentengi diri kita dari praktek korupsi itu sendiri. Dengan meningkatkan iman dan ketakwaan, pastinya kita akan takut dan tidak berani mencoba korupsi. Kita juga harus berpegangan teguh bahwa korupsi berawal dari hal-hal kecil, bila kita memakai jasa calo pastinya dari hari kehari calo ini akan semakin banyak dan menjadi marak. Maka dari itu, dibutuhkan rasa untuk membunuh praktek korupsi di kehidupan kita masing-masing.

  Demikian artikel kali ini, bila ada kata yang kurang sopan saya minta maaf. Bila ada lebihnya itu merupakan anugerah dari Yang Maha Kuasa. Semoga bermanfaat ya, terima kasih.

2 komentar:

  1. ijin donlot filmnya ya :)

    BalasHapus
  2. Mungkin pakai youtube downloader bisa gan :D
    Cuma kalo beli kasetnya yang asli pasti lebih asik

    BalasHapus