Tampilkan postingan dengan label Rohani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rohani. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Oktober 2013

Bagaimana Memperoleh Semangat dari Iman?

  Salah satu tugas iblis di dunia ini adalah membunuh semangat manusia. Banyak caranya, seperti : merusak keluarga kita, mematahkan semangat kita, dan sebagainya. Kita sudah mencari jalan terbaik namun iblis selalu berusaha mematahkan semangat kita. Hal yang normal, kadang akan terasa susah bila tak ada semangat.

Jumat, 28 Juni 2013

Youth Exellent Camp 2013 “Next Level, New Dimension”

  Hai teman-teman, masih bersama Stanley Wijaya dalam website kesayangannya yaitu www.faktakita.com yang akan selalu menemani kalian di waktu dan kesempatan yang ada. Syalom semua!! Bagaimana kabarnya nih? Semoga makin luar biasa yaa. Nah, dalam postingan saya kali ini saya akan membahas tentang pengalaman saya ikut YES CAMP nih. Mau tau?? Asik banget loo, so check this out ya !!

Minggu, 09 Juni 2013

Renungan Harian Katolik 9 Juni - 15 Juni 2013

Minggu  1Raj 17:17-24;Mzm 30;Gal 1:11-19; Luk 7:11-17
                Ketika Yesus melihat Janda dan anak tunggalnya mati, tergeraklah hati Yesus oleh belaskasihan. Tanpa banyak alasan, tuntutan iman ini itu, Yesus segera menghibur ibu itu: jangan menangis lalu membangkitkan pemuda itu.  Begitulah cara Allah mengasihi kita, sebab Dialah sumber harapan dan tempat pengungsian kita. Lalu apa yang semestinya kita lakukan untuk mencontoh belaskasih Yesus?


Jumat, 31 Mei 2013

Renungan Harian Katolik 2 Juni - 9 Juni 2013

Kej 14:18-20;Mzm 110; 1kor 11:23-26;Luk 9:11b-17.
                Siapa makan tubuhKu dan minum DarahKu, tinggal dalam dalam Aku dan Aku dalam Dia. Dengan rajin menerima Tubuh dan Darah Kristus setiap hari maka  membuat Allah bekerja banyak dalam diri kita. Kita menjadi pembawa Kristus dalam hidup sehari-hari. Apa buah-buah komuni bagi hidup kita?
                Pertama, Buah komuni adalah persatuan erat kita dengan Yesus Kristus. Sebuah kerinduan dan tindakan menyenangkan Allah yakni Allah tinggal dalam hati kita. Maka persatuan kita dengan Allah membuat kita menjadi saluran berkat dan alat yang hidup bagi kemuliaan dan kebaikan Allah.

Jumat, 17 Mei 2013

Renungan Harian Katolik 19 Mei - 26 Mei 2013


Pentakosta, Kis 2:1-11;Mzm 104; rm 8:8-17; Yoh 14:15-16,23b-26
                Pemazmur menegaskan demikian: Utuslah RohMu ya Tuhan dan jadi baru seluruh muka bumi. Ketika Roh Kudus menyentuh hati umat beriman, mereka berbicara dalam bahasa kasih dan menjadikan perbuatan Allah dimuliakan. Semua orang yang dipimpin oleh Roh Allah adalah anak Allah. Lalu apa peran Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya?

Minggu, 12 Mei 2013

Renungan Harian Katolik 12 Mei - 19 Mei 2013


Minggu, Kis 7:55-60;Mzm 97;Why 22:12-14,16-17,20; Yoh 17:20-26
                Salah satu tiang dari hidup menggereja adalah Koinonia (kesatuan). Gereja adalah persekutuan. Pesekutuan diperoleh berkat pembaptisan. Dengan baptis kita menjadi saudara bagi yang lain. Persekutuan makin erat bila kita sanggup mengkomunikasikan diri dengan baik dalam karya, pelayanan dan doa.
Untuk menjadi satu atau kesatuan (koinonia) maka perlu diperhatikan hal penting ini:

Minggu, 28 April 2013

Renungan Harian Katolik 28 April - 5 Mei 2013

Kis 14:21-27; Mzm 145; Why 21:1-5 ,Yoh 13:31-35

                Firman minggu ini memberi tekanan pada perintah baru yakni supaya kamu selaing mengasihi, sama seperti aku telah mengasihi demikian pula kamu harus saling mengasihi. Bagaimana perintah kasih ini diterapkan dalam hidup? Apa yang baru dari perintah kasih itu? Bukankah kita sudah sering mendengarkannya? Mengapa Yesus menegaskan perintah baru ini?

Minggu, 14 April 2013

Renungan Harian Katolik 14-21 April 2013


Minggu Kis 5:27b-32,4-41; Mzm 30; Why 5:11-14; Yoh 21:1-19.

                Bagi orang percaya, acaman serius bukanlah datang dari luar, misalnya terror bom, gereja dibakar, perlakuan tak adil, dsb melainkan masalah yang muncul dari dalam diri mereka sendiri: pikiran negatif, tak setia, berjalan dengan kekuatan sendiri. Begitulah kiranya yang dialami para murid ketika Yesus wafat di salib, mereka bekerja seperti dulu, menjadi penjala ikan. Padahal perutusan mereka, komitmen setia mereka saat mengikuti Yesus adalah menjadi penjala manusia bukan menjadi penjala ikan. Mereka kembali pada hidup lama, mereka tak mau jadi penggembala atau pewarta. Maka hari ini kita belajar ada beberapa hal berbahaya bagi orang percaya:

Selasa, 09 April 2013

Katekese Liturgi : Spiritualitas Ekaristi, "Makna Komuni Kudus untuk Tinggal Dalam Kristus "


            Ekaristi merupakan bukti nyata kasih Kristus yang terbesar. Kasih Kristus ini demikian sempurna, sehingga tidak saja membawa kita mendekat kepadaNya, namun lebih dari itu, mempersatukan kita dengan Dia. Maka pertama-tama, Ekaristi adalah Sakramen Cinta Kasih Allah, yang diberikanNya agar ia dapat bersatu dengan kita dan menyertai kita, GerejaNya. Oleh karena persatuan inilah, Ekaristi juga disebut sebagai Komuni Kudus.

Katekese Liturgi : Spiritualitas Ekaristi, "Misteri Kasih untuk Tinggal Dalam Kristus"


            Di atas segalanya, Komuni Kudus merupakan bukti cinta kasih Allah. Baiknya kita memeriksa diri sendiri, akan apakah yang ada di pikiran kita pda saat kita melihat hosti yang diangkat oleh imam, saat ia, in persona Christi, mengucapkan perkataan konsekrasi, “Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu..” (Luk 22:19; 1Kor 11:24). Sesungguhnya, tak ada kata yang mampu melukiskan, betapa dalamnya misteri cinta kasih Allah yang tiada terbatas ini. Kristus uang adalah Allah, telah mengosongkan diriNya dengan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi manusia. Dalam keadaanNya sebagai manusia, Ia merendahkan diriNya, sampai wafat di kayu salib (Flp 2:7-8)

Minggu, 07 April 2013

Renungan Harian Katolik 7 April-14 April 2013

Kis5:12-16; Mzm 118;Why1:9-11-13.17-19; Yoh20:19-31

                Minggu Paskah kedua sering disebut sebagai minggu kerahiman ilahi? Salah satu alasan yang bisa kita temukan dalam Injil hari ini adalah ketika para murid belum mengerti bahkan mengalami ketakutan, pintu-pintu terkunci, Tuhan yang bangkit justru memberi pemulihan, penyembuhan, penguatan bahkan kerahiman yang membawa damai sejahtera. Bahkan Thomas yang mengalami luka batin, disentuh dan dijamah oleh kasih Tuhan Yesus sehingga menjadi percaya. Ya Tuhan dan Allahku. Kerahiman Allah harus juga menjadi kerahiman kita pada sesama. Apa tandanya? 3 Pernyataan Tuhan setelah kebangkitan yakni:

Minggu, 24 Maret 2013

Renungan Harian Katolik 24-31 Maret 2013


 Yes 50:4-7; Mzm 22; Flp 2:6-11; Luk 22:14-23:56

            Minggu Palma sering disebut juga mengenang sengsara Tuhan. Di saat akhir hidup Yesus terlihat Dia begitu tenang dan siap menghadapi maut yang tak terelakkan. Di sinilah kita diajar untuk jadi orang besar sebab diberi semangat hidup saat mengalami derita, masalah dan kesulitan hidup. Anugerah apa yang Yesus wariskan untuk kita?

Minggu, 17 Maret 2013

Renungan Harian Katolik 17-24 Maret 2013


 Yes 43:16-21; Mzm 126; Flp 3:8-14; Yoh 8:1-11

            Yesus tahu bahwa perempuan itu bersalah, berdosa, namun yang hebat adalah Yesus bukannya menghukum melainkan malah mengampuni, dan memberi kesempatan untuk hidup lebih baik. Beranikah kita menyadari berapa pentingnya sebuah pengampunan? Bagaimana harusnya mengampuni itu?

Jumat, 15 Maret 2013

Renungan Harian Katolik 10-17 Maret 2013

Minggu Prapaskah IV
Yos 5:9a; Mzm 34; 2Kor 5:17-21; Luk 15:1,3,11-32
            Pintu kehidupan yang lebih baik dan benar adalah bertobat. Sebab pertobatan menjadi titik awal yang baik untuk bangkit dari keterpurukan. Orang bertobat dia sadar akan kasih Allah dan ia bertekad kembali pada Allah untuk memulai hidup dalam Roh. Nah bagaimana kita bertobat?

Renungan Harian Katolik 3-10 Maret 2013

Kel 3:1-8.13-15; Mzm 103; 1Kor 10:1-6.10-12, Luk 13:1-9
            Bicara soal nasib dan takdir masih ada perdebatan. Apakah nasib dan takdir itu garis dari Tuhan ataukah hasil dari perjuangan kita? Benar bahwa awalnya Tuhan merancang perkara-perkara besar bagi kita. Namun dalam perjalanan waktu keadaan kita berubah, bahkan yang sering kali membuat nasib atau takdir hidup kita tak baik adalah diri kita. Firman Allah minggu prapaskah ketiga ini bagaimana kita memulihkan nasib kita di kemudian hari.

Jumat, 22 Februari 2013

KOKI Edisi 219 (Komunikasi Umat Paroki Regina Pacis Magetan)

        (HARI MINGGU PRAPASKAH II)
Yesus memburu 3 murid spesial yakni Petrus, Yakobus dan Yohanes di atas gunung untuk berdoa. Tapi apa yang terjadi. Sementara berdoa, ternyata murid itu tertidur  Apa artinya? Bisa jadi tubuh kita bangun, hadir di Gereja tetapi roh kita tertidur. Kita bernar berdoa, tapi ketika ada masalah kita langsung umpat, kecewa dan marah bahkan bikin masalah lain. Oleh sebab itu. Yesus ingin kita bangun dari tidur, bangun dari kehidupan rohani. Bagaimana ini dipahami?

KOKI Edisi 218 (Komunikasi Umat Paroki Regina Pacis Magetan)

Renungan Untuk tanggal 17-22 Februari 2013
Ul 26:4-10; Mzm 91; Rm 10:8-13; Luk 4:1-13

            Godaan-godaan hidup bisa menghantar kita pada 2 pribadi yakni dekat dengan Tuhan atau dekat dengan iblis. Godaan bukanlah sebuah dosa. Baru menjadi dosa ketika kita mengamini dan melakukannya dengan sengaja. Firman minggu ini mendidik kita untuk mengetahui jalan pikir dan rencana iblis, yang mau menggagalkan hidup berkelimpahan dalam Tuhan. Apa godaan-godaan iblis itu?

Kamis, 14 Februari 2013

Regina Pacis Magetan : KOKI Edisi 194

Ul 4:1-2.6-8;Yak1:17-18.21-27;Mrk7:1-23
                Pernyataan ini penting: “Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya. Sebab dari dalam, dari hati orang, timbul pikiran jahat.” Bagaimana Sabda Tuhan ini dimaknai dalam hidup?
                Pertama, Saringlah atau pilihlah yang dari luar sebelum kita masukkan dalam hati dan pikiran kita agar kita mendapat “vitamin” kehidupan sehari-hari. Stress, beban pikiran berat karena ketidakmampuan kita menyaring dan memilah apa yang baik dan benar dalam hati-pikiran kita. Kita harus memilih untuk bahagia.

Kamis, 07 Februari 2013

KOKI (Komunikasi Umat Paroki Regina Pacis) Edisi 217

Renungan Untuk Tanggal 10-17 Februari 2013
Yes 6:1-21.3-8; Mzm 138; 1 Kor 15:1-11; Luk 5:1-11

            Tuhan ingin muridnya menjadi orang percaya yang kuat. Maka Dia mengubah hidup Simon dan murid-murid dari penjala ikan menjadi penjala manusia. Tujuannya agar mereka dimampukan membawa manusia kepada kehidupan kekal dan berani memandang masalah, sebagai sarana yang dipakai Allah untuk membentuk dan memurnikan iman. Bagaimana menjadi orang percaya yang kuat?
            Pertama, Tuhan tahu Simon gagal menangkap ikan, padahal ia sudah bekerja keras, banyak pengalaman dan di didik dalam keluarga nelayan. Justru di situlah Yesus menyuruh untuk menebarkan jala, mencoba lagi dan bekerja dengan kacamata Tuhan. Yesus ingin melihat seberapa jauh Simon melihat kegagalan itu. Orang yang kuat bukan mendasarkan diri pada pengalaman, ketrampilan, kehebatan melainkan yang menyandarkan seluruh hidupnya pada Tuhan.

Regina Pacis : KOKI Edisi 193

Yos24:1-2.15-17.18;Ef5:21-32,Yoh6:60-69
            Pernyataan Petrus: “Tuhan kepada siapakah kami akan pergi? SabdaMu adalah sabda hidup yang kekal. Kami telah percaya dan tahu bahwa Engkau adalah yang Kudus dari Allah” mengekspresikan iman dan komitmen total Petrus pada Yesus. Lalu bagaimana kita membangun komitmen yang setia pada Tuhan Yesus?