Selasa, 26 Juni 2012

Tes IQ untuk Mengukur Seberapa Tinggi Darahmu dalam Menyalahkan Orang

  Suatu hari, kamu di suruh orang tuamu pergi ke kota A untuk mengambil sesuatu yang penting dalam waktu sehari dengan cara menaiki kereta api, tapi sebelum sampai di stasiun, kamu harus melewati pinggir rel kereta api dengan cara berjalan kaki sepanjang 5 kilometer karena jarak antara rumahmu dengan stasiun itu sangat jauh.


 Ketika kamu sedang berjalan kaki di pinggir rel kereta api,

 Di kilometer pertama, kamu melihat seseorang bapak buta yang sedang berjalan kaki, dan kebetulan juga bapak buta itu juga ingin menuju ke stasiun yang sama dengan stasiun yang kamu tuju dan akhirnya kamu menolong bapak buta itu dengan cara menggandengnya agar beliau tidak sampai tertabrak oleh kereta api yang melintas.

 Di kilometer kedua, kamu melihat seseorang bapak bisu yang dirinya juga kebingungan mencari stasiun yang kamu tuju. Dan akhirnya kamu menolongnya dengan cara menyuruhnya untuk mengikutimu walaupun saat itu kamu sedikit mengerti dengan bahasa isyarat yang ia gunakan.

 Di kilometer ketiga, kamu melihat seseorang bapak tuli yang sedang duduk kebingungan karena ia takut ketabrak oleh kereta api yang hendak melintas, ia pikir suara bel kereta api tidak mungkin bisa ia dengar dan ia juga tidak mau mengambil resiko dengan kecerobohannya, makanya ia hendak menunggu seseorang untuk membantu mengantarkannya ke stasiun yang kamu tuju, akhirnya kamu menolongnya dengan cara menyuruhnya berjalan kaki didepanmu.

 Di kilometer ke empat, kamu melihat seseorang bapak yang sangat tua sekali sedang berjalan kebingungan, bapak tua itu sangat pikun, bahkan ketika kamu tanya mau kemana, dia lupa kemana dia mau pergi, akhirnya kamu mencoba mengingatkan sedikit tentang tujuannya dan ternyata dia ingat bahwa ia sedang menuju ke stasiun yang sama seperti yang kamu tuju, setelah itu kamu menolongnya dengan cara menggandeng tangannya karena kamu takut bapak tua itu malah lupa kalau sedang berjalan kaki ditempat yang berbahaya.

 Sesampai di kilometer ke 5, posisi keadaanmu waktu itu sangat capek sekali sehingga kamu tertidur di bangku tunggu stasiun, tapi sebelumnya kamu berpesan kepada ke 4 orang yang kamu tolong tadi untuk membangunkanmu apabila kereta apinya datang.

 Tapi begitu kereta apinya datang dan hendak berangkat ke kota yang kamu tuju, mereka yang kamu tolong malah tidak membangunkanmu,

 karena kebetulan saat itu posisi bapak buta tidak tahu dimana kamu tertidur, sedangkan bapak tuli langsung masuk kedalam kereta api tanpa terlebih dahulu membangunkanmu karena ia pikir, ia yang berjalan didepanmu jadi ia dulu yang harus masuk ke dalam kereta api, dan bapak tua yang pikun itu malah lupa membangunkanmu padahal posisinya ada di sebelahmu, sementara bapak bisu malah asyik menggoda cewek di gerbong terakhir kereta api sehingga ia juga tak bisa mengeluarkan suaranya untuk membangunkanmu.

 Jadi siapakah orang yang paling kamu salahkan dan menurut kamu anggap keterlaluan dalam hal ini ...?

 Alasan pada komentarmu inilah yang nanti akan menjadikan dirimu menjadi seseorang yang bijak dan pandai menyelesaikan masalah suatu saat nanti.

 Selamat menjawab dan terima kasih atas komentarnya. :)

22 komentar:

  1. harus milih ya! mungkin diri sendiri.. mengapa pesan pada orang yg punya Keterbatasan, harusnya kan pesan pada petugas..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya begitu, wkwkwk.

      ayo yang lainn pada komentar yukk, kalau sudah sampai 10 baru saya kasih jawabannya :D

      Hapus
    2. Yang salah tuch dirinya, kenapa dia jalan kaki ke stasiun kereta api, coba dia pakai motor atau kendaraan lainnya, pasti dia ga' bakalan ketemu sma orang2 tuch,,,

      Hapus
    3. waduh, ada benernya sih. Tapi kurang tepat, hehe..

      Hapus
    4. mas masa pada petuga sih,, ia jika petugasnya lagi santai tapi kalau sibuk ?

      Hapus
  2. Sebenarnya, walaupun selelahnya diri kita kita tidak bole menyalahkan orang lain, karena membantu orang lain itu adalah wajib bagi kita sesama manusia.akan tetapi kita tidak bole melupakan apa yang menjadi prioritas dari perjalanan kita, walaupun kita hendak beristirahat sejenak, kita harus tetap terjaga.

    BalasHapus
  3. salah kan diri sendiri .. Karena sudah tau orang orang tadi tidak normal seharus nya kita tidak minta tolong mereka

    BalasHapus
    Balasan
    1. hmm, mungkin ada benarnya juga :)

      Hapus
  4. yang buta kyaknya ,,dia kan bisa dgn cara teriak ngbangunin na

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi kan ngga bisa ngeliat ada sesuatu yang dateng, gimana mau ngasih tau kalo udah dateng?? hehe..

      Hapus
    2. kan bisa mendengarkan kalau ada kereta yang datang,, kan kalau kereta datang suka bising ..

      terus teriak bangunin untuk tanya kereta tujuannya atau bukan..

      Hapus
  5. Kalau menurut saya, yg salah kelima Orang tersebut. karna terpengaruh dengan Situasi dan Kondisi. he..he...he......

    BalasHapus
    Balasan
    1. berarti lima-limanya disalahin dong?? -.-

      Hapus
  6. menurut saya diri sendiri yang salah karena terlalu berharap kepada orang lain yang mempunyai kekurangan..
    tapi kita juga jangan terlalu menyalahkan diri sendir sebab semua yang terjadi itu sudah merupakan suratan yang di atas,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener tuh , wkwkw :D
      Wah, lumayan nih jawabannya .. bagus baguss..

      Hapus
  7. kalau saya agak menyalahkan si buta saja,,, kenapa ? karena sudah tau dia itu buta dan tidak tau letak keretanya dan pintu gerbong keretanya kenapa tida mencoba berteriak membangunkannya, terus dia sama siapa ke gerbong keretanya ia kalau ada yang ngebantu ?

    terus kalau si TULI kan wajar dia tidak mendengar saat di beritahu membangunkannya,

    terus si BISU lagi asik ngerayu cewe sampai ia lupa membangunkannya ( cewenya mau gak ya di rayu sama orang bisu )

    si bapak tua yang pikun juga wajar namanya juga pikun pasti lupa..

    BalasHapus
  8. Diri sendiri lahh... kok disuruh.. sama orang ya mempunya kekurungan. bukan ama orang2 nnormal saja???

    BalasHapus
  9. ya diri sendiri sudah tau disuruh sama ortu itu sangat penting kenapa dia tidur, walaupun q tau dia sangat kecapean tapi kalo bisa ditahan untuk tidak tertidur kn bisa supaya tidak ketinggalan kereta,

    BalasHapus
  10. menurut saya si bapak bisu yang agak bisa disalahin, knapa main cwe bisa tpi ng'bngunin smpai lupa, klo alasan'y krna dia bisu kurang realistis krna klo dia bralasan tdk ng'bngunin krna kbisuan'y msa ng'goda cwek bsa,,, klo diri sndiri kn wjar ktiduran jg krna mnempuh jlan yg ckup jauh, jdi so psti lelah bnget, d'tmbah lgi hrus ngagiringken manusa anu agak pda kekurangan fisik,,, hhe,,

    BalasHapus
  11. Sudah ya gaesss, pembahasannya nih, mungkin ndak sesuai, maaf yaa..

    ----------------------------

    Jika kamu menyalahkan bapak bisu, berarti kamu ini orang yang egois.
    Buktinya, saat kamu menolongnya, kamu malah menyuruh dia untuk mengikutimu sehingga kau tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya, jadi jangan salahkan dia jika dia sampai tertinggal oleh langkah kakimu di belakang, terlebih lagi bila ia menggoda cewek itu sih wajar.. hal yang normal untuk laki-laki normal...

    Jika kamu menyalahkan bapak buta, berarti kamu ini orang yang memiliki pemikiran sempit.
    Sudah jelas, dia tidak bisa melihat dimana kamu berada, eh kamu masih saja menyalahkannya. Lalu bagaimana cara dia untuk menghargai pesanmu dan segera membangunkanmu sementara matanya tak bisa melihat, Coba dipikir, apakah bapak buta harus mencari suara dengkuranmu untuk menemukanmu ?

    Jika kamu menyalahkan bapak pikun, berarti kamu ini orang yang mempunyai otak dangkal (maaf).
    Tak mengertikah kamu, seseorang yang sudah tua, bawaannya pasti kalo gak lupa, ya lupa...entar kita semua pasti juga begitu, bahkan kita bisa lupa siapa nama kita sendiri, jadi jangan salahkan dia dalam kasus ini.

    Jika kamu menyalahkan bapak tuli, ini berarti kamu adalah orang yang susah memaafkan.
    Kadang semua orang bisa memiliki sifat egois dalam dirinya, dan kadang juga orang merasa iri meskipun berupa pertolongan. akan tetapi apakah kau tahu, kenapa bapak tuli bisa masuk duluan? itu karena ketika kau menolongnya, kau malah menyuruhnya untuk berada di depan kamu sendirian, sementara kamu malah asyik mengobrol dengan bapak buta dan bapak pikun. jadi jangan heran jika bapak tuli ngambek ke kamu dan membalas pertolonganmu yang setengah-setengah.

    Saya tegaskan, segala sesuatunya harus ada yang di salahkan, saya juga tidak mau munafik ! tapi mana ada zaman sekarang di dunia mu, ada orang yang mengakui kesalahannya sendiri ??Oh tidak.. tidak.. tidak, penjara bakal penuh nanti.. mungkin kamu bukannya tinggal di apartemen, rumah, hotel, gedung atau gubukmu, tapi di PENJARA. Jadi tidak mungkin itu salah kita sendiri, harus ada korban yang jadi kambing hitam.

    Dan kambing hitam itu adalah orang yang menyuruhmu.

    Saya tahu, dia adalah ortumu, bahkan kamu mau melakukan apa saja demi mereka, tapi apakah kamu mau masuk sumur demi perintah mereka.
    Kurasa tidak !

    Lagipula, jika mereka benar adalah ortumu, maka mereka tidak akan menyuruhmu untuk melangkahkan kaki sebanyak : 1 meter = 2 langkah kaki . 1000 meter = 2000 langkah kaki, jadi 5000 meter = 5 kilometer = 10.000 langkah kaki.

    Coba di pikir, mana ada ortu yang tega memerintahkan anaknya sendiri berjalan kaki 10 ribu langkah kaki demi kepentingnya sendiri.

    Kalau ada pun, saya juga ikut turut berduka, karena ortumu adalah orang yang kejam dan egois.

    Pesan : Maaf sebelumnya kepada bapak-bapak atau ibu-ibu yang merasa memiliki anak, bukannya saya ikut campur dengan urusan keluarga anda, tapi bila kalian lebih sayang anak, perintahkan mereka yang sewajarnya saja, dan jangan yang berlebihan, karena mereka kapan saja dan di mana saja pasti akan membantah dengan pergi meninggalkan anda sebagai anak yang durhaka. Apakah kalian mau yang seperti itu nantinya ?

    BalasHapus